UA-72643545-1

Photo

Showing posts with label Cerita Fotografer Lain. Show all posts
Showing posts with label Cerita Fotografer Lain. Show all posts

Monday, 15 February 2016

Vebri Adrian, Terlahir Bukan Sebagai Fotografer

ebbie aadrian, vebri adrian, fotografer traveller, travel fotografer, travel, wisata, foto wisata, landscape, profil ebbie aadrian, profil vebri adrian
Tulisan Vebri Adrian
Tips dan Trik dari fotografer traveler ini bisa dicontoh dalam hal memotret sebuah landscape. Dan profil fotografer yang satu ini pernah penulis buat dan dimuat di Majalah Chip Foto Video edisi 07/2012. walaupun sudah lama, namun beberapa tipsnya masih bisa disimak. Berikut penuturan Vebri Adrian yang akrab dipanggil Ebbie ini kepada penulis. 


Tiga bulan pertama melakukan
pemotretan, setelah membeli kamera, hasilnya
diluar dugaan. Hasil fotonya hancur lebur
! Kalimat apa susahnya sih memotret yang dulu
ia

Wednesday, 2 September 2015

Senandung Mengenang Fotografer Julian Sihombing (Alm)

julian sihombing, foto jurnalistik,
" Hai Lit, udah makan belum ? sapanya ketika itu saat bertemu di kantor Gramedia Jakarta. Janji ketemu dengan beliau saat itu memang ingin wawancara. Penulis diajak ke meja kerjanya. Dia menyalakan rokok sembari menawarkan kopi. Obrolan pun mengalir diselingi dengan beberapa pertanyaan dari penulis. Jawaban-jawaban dari setiap pertanyaan yang penulis ajukan dijawab dengan kalimat yang tegas. Berbagai pengalaman saat dirinya memotret dibuktikan dengan foto-foto yang pernah ia buat. Ketika

Thursday, 30 April 2015

Senandung Profil Ditto Birawa

ditto birawa, fotografer indonesia
"Cita-cita aku ingin bikin sekolah foto yang kreatif. Dalam arti industri kreatif. Bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri lewat fotografi bagi anak didikku. Aku bahagia jika ada anak didikku bisa mandiri dan menciptakan lapangan pekerjaan tersendiri bagi mereka atau bagi orang lain"

Aditya Tunggul Birawa, profil fotografer blog penulis kali ini. Lelaki yang lebih dikenal dengan nama Ditto Birawa ini bekerja sebagai seorang fotografer freelance. Namanya menjadi pembicaraan, ketika ia melakukan perjalanan keliling Indonesia menggunakan motor besar, melalui program Indonesian Exploride (2011) yang disponsori tempatnya bekerja sebagai fotografer freelance saat itu di Djarum Fundation. Lembaga yang membidangi masalah pangan, sandang, kebudayaan, olahraga dan juga seni.

Wednesday, 25 March 2015

Senandung Yulianus Ladung Si Fotografer Industrial

fotografer industrial, yulianus ladung
Yulianus Ladung
Tentu anda sering melihat foto-foto yang menggambarkan sebuah konstruksi, pembangunan jalan tol, pembangunan gedung-gedung, pengeboran minyak di lepas pantai, pembuatan produk tertentu di sebuah pabrik, pertambangan baik migas dan non migas. Itu adalah salah satu dari fotografi industrial. Kita semua (mungkin) bisa memotret itu semua. Bagi para fotografer yang berpengalaman dalam membuat sebuah company profil mungkin terlihat mudah. Tapi tahukah anda bahwa sebenarnya tidak hanya kemampuan fotografi serta teknik yang baik dalam memotret yang diperlukan untuk menjadi fotografer industrial ? Berikut penuturan Yulianus Firmansyah Ladung, seorang fotografer yang mengkhususkan jasa memotretnya di bidang fotografi industri. Ditemui penulis, pria berbadan besar ini bercerita banyak hal tentang apa dan bagaimana fotografi industrial itu.

Wednesday, 18 February 2015

Senandung Profil Adhitiya Wibhawa

Sang Jawara Lomba Foto yang Pernah Terpuruk

Mulai bulan ini, penulis mencoba berbagi cerita tentang para fotografer yang penulis temui. Kisah dan perjuangan mereka dalam mendedikasikan waktunya untuk kemajuan fotografi di Indonesia. Pengalaman mereka dalam memotret sehingga menghasilkan karya yang patut dilihat dan ditiru oleh pembaca, terutama buat yang ingin belajar fotografi.

Profil pertama, penulis mulai dari Adhitiya Wibhawa. Pria dengan panggilan akrab Adit ini, ditemui disebuah kafe bilangan Jakarta. Dia salah satu dari sekian banyak fotografer yang memotret untuk kepentingan lomba. Bukan sembarang lomba yang diikutinya. Tapi lomba foto on the spot. Motret dan langsung diserahkan saat itu juga untuk dinilai oleh juri. "Saya senang dengan setiap lomba foto yang diadakan, tapi lomba foto yang on the spot ya" tuturnya. Ketika ditanya lebih jauh, kenapa memilih lomba foto, ia menjelaskan bahwa kekurangan dirinya adalah tidak begitu bisa dalam hal edit di software. Makanya ia lebih mempercayai kemampuannya dalam memotret dengan teknik yang ia punya. Mengenal fotografi dari sepupunya, ia banyak belajar dengan mengikuti berbagai hunting yang diadakan dan juga sempat kursus fotografi di beberapa tempat di Jakarta. " Saya selalu ikut hunting foto yang diadakan dan saya tidak perduli dengan tema huntingnya, yang saya inginkan adalah saya hanya ingin mempraktekan dan mengasah teknik saya yang pernah saya pelajari" jelasnya. Awalnya ikut lomba foto pun sebenarnya dari workshop yang pernah ia ikuti. Pertama ikut lomba dan langsung menyabet juara pertama di tahun 2010. Dan itulah titik awal akhirnya berpikir untuk mencoba mengikuti lomba-lomba foto yang lain. Dan tekadnya untuk selalu mengikuti lomba foto on the spot ternyata berbuah manis.