Sang Jawara Lomba Foto yang Pernah Terpuruk
Mulai bulan ini, penulis mencoba berbagi cerita tentang para fotografer yang penulis temui. Kisah dan perjuangan mereka dalam mendedikasikan waktunya untuk kemajuan fotografi di Indonesia. Pengalaman mereka dalam memotret sehingga menghasilkan karya yang patut dilihat dan ditiru oleh pembaca, terutama buat yang ingin belajar fotografi.
Profil pertama, penulis mulai dari Adhitiya Wibhawa. Pria dengan panggilan akrab Adit ini, ditemui disebuah kafe bilangan Jakarta. Dia salah satu dari sekian banyak fotografer yang memotret untuk kepentingan lomba. Bukan sembarang lomba yang diikutinya. Tapi lomba foto on the spot. Motret dan langsung diserahkan saat itu juga untuk dinilai oleh juri. "Saya senang dengan setiap lomba foto yang diadakan, tapi lomba foto yang on the spot ya" tuturnya. Ketika ditanya lebih jauh, kenapa memilih lomba foto, ia menjelaskan bahwa kekurangan dirinya adalah tidak begitu bisa dalam hal edit di software. Makanya ia lebih mempercayai kemampuannya dalam memotret dengan teknik yang ia punya. Mengenal fotografi dari sepupunya, ia banyak belajar dengan mengikuti berbagai hunting yang diadakan dan juga sempat kursus fotografi di beberapa tempat di Jakarta. " Saya selalu ikut hunting foto yang diadakan dan saya tidak perduli dengan tema huntingnya, yang saya inginkan adalah saya hanya ingin mempraktekan dan mengasah teknik saya yang pernah saya pelajari" jelasnya. Awalnya ikut lomba foto pun sebenarnya dari workshop yang pernah ia ikuti. Pertama ikut lomba dan langsung menyabet juara pertama di tahun 2010. Dan itulah titik awal akhirnya berpikir untuk mencoba mengikuti lomba-lomba foto yang lain. Dan tekadnya untuk selalu mengikuti lomba foto on the spot ternyata berbuah manis.