 |
| Marsam Mulyoatmodjo Ketua Paguyuban Wayang Orang Bharata Purwa Jakarta |
Wayang orang belumlah habis. Marsam Mulyoatmodjo adalah salah satu
saksi hidup, mulai masa jayanya wayang orang, runtuhnya, bahkan bangkitnya kembali wayang
orang. Pria yang juga pernah ikut jadi pemain ludruk dan ketoprak bercerita, di tahun 60 sampai 70an dulu di daerah Jawa ada ratusan
group wayang orang profesional. Tahun 1974 mulai group wayang berguguran satu persatu. Dan saat ini
untuk group yang profesional hanya tinggal Wayang Bharata Purwa di Jakarta,
Pandowo di Semarang dan Sriwedari di Solo. Profesional disini maksudnya adalah mempunyai panggung sendiri dan rutin mengadakan pertunjukan. Pernah mengalami masa sulit yaitu sewaktu masa reformasi 1998. Karena keadaan saat itu terjadi suhu politik yang memanas. Sehingga penonton yang datang untuk menonton pertunjukan tidak banyak . "Tapi kita tidak mengenal paceklik. Mau yang nonton hanya
dua orang, kami tidak perduli, pertunjukan tetap harus berjalan" jelas lelaki yang termasuk pemain senior selain Ki Slamet dan Aris Mukadi. Di era sekarang, wayang orang rupanya mulai eksis kembali, sebagai contoh di Jakarta ini, ternyata sekarang banyak group-group amatir wayang orang. Dimana mereka sering berlatih entah untuk manggung atau sekedar berlatih.